WANITA YANG PALING PANTAS UNTUK DIMILIKI, JUSTRU TIDAK MUNGKIN DIKUASAI. Wanita yang mandiri, cerdas, penuh kasih, memuliakan pria dan anak-anaknya, adalah wanita idaman bagi pria yang ingin menjadi pembesar kehidupan. Tetapi, wanita seperti itu terlalu kuat untuk diperlakukan sembarangan oleh siapa pun, dan tak mungkin ikhlas menerima... perlakuan buruk. Wanita…, Anda berhak bagi kemuliaan. Tegaslah!
-Mario Teguh-
◄ Vice Versa ►
Sunday, August 29, 2010
Friday, July 02, 2010
Kedokteran dalam Islam (Sejarah & Perkembangannya)
Posted by
Unknown
PENDAHULUAN
Ikhtiar manusia dalam mengatasi penyakit yang dideritanya telah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Berawal dari insting yang diberikan Allah, manusia mampu mengatasi penyakitnya. Selanjutnya pengetahuan mengenai penyakit dan ilmu pengobatan terus berkembang seiring perkembangan peradaban manusia.
Dalam perjalanannya, ilmu pengetahuan seolah-olah terbagi dua kutub yang berbeda, antara pengobatan timur dan pengobatan barat. Kini seakan-akan barat mengklaim perkembangan ilmu kedokteran saat ini murni dari peradaban barat.
Ikhtiar manusia dalam mengatasi penyakit yang dideritanya telah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Berawal dari insting yang diberikan Allah, manusia mampu mengatasi penyakitnya. Selanjutnya pengetahuan mengenai penyakit dan ilmu pengobatan terus berkembang seiring perkembangan peradaban manusia.
Dalam perjalanannya, ilmu pengetahuan seolah-olah terbagi dua kutub yang berbeda, antara pengobatan timur dan pengobatan barat. Kini seakan-akan barat mengklaim perkembangan ilmu kedokteran saat ini murni dari peradaban barat.
Kapitan Ahmad 'Pattimura' Lussy: Pahlawan dan Tokoh Islam
Posted by
Unknown
Meluruskan sejarah Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy
Tokoh Muslim ini sebenarnya bernama Ahmad Lussy, tetapi dia lebih dikenal dengan Thomas Mattulessy yang identik Kristen. Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minor atas sejarah pejuang Muslim di Maluku dan/atau Indonesia umumnya.
Nunu oli / Nunu seli / Nunu karipatu / Patue karinunu
(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dan setiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya (demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu besar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akan menggantinya).
Baca terus...
Wednesday, June 16, 2010
Dakwah Tanpa Kekerasan
Posted by
Unknown
Oleh: MR Kurnia
Hakikat Dakwah Tanpa Kekerasan
Masyarakat laksana air yang ada dalam gelas. Ketika gelas berisi air kotor, maka agar kita dapat menikmati air bersih, mestilah airnya diubah; bukan dengan memecahkan gelasnya, melainkan dengan mengganti airnya. Buang air yang kotor, lalu diganti dengan air yang bersih. Begitu juga ketika melakukan perubahan masyarakat.
Mengubah masyarakat bukanlah menghancurkan masyarakat, melainkan mengganti sistem kehidupan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pada zaman Nabi saw., rumah, pasar, maupun kebun pada masa Jahiliah sama dengan pada saat Islam diterapkan. Bahkan, orangnya pun tidak berbeda. Misalnya, Umar pada masa Jahiliah sama dengan Umar pada masa Islam, Abu Sufyan pada masa Jahiliah sama dengan pada masa Islam. Yang berbeda hanyalah keyakinan dan tolok ukur kehidupannya. Berbagai suku di Jazirah Arab pada masa Islam sama dengan suku-suku pada waktu Islam masih lemah.
Bedanya, aturan yang diberlakukan pada berbagai suku dan bangsa tersebut pada masa Jahiliah adalah aturan buatan logika dan nafsu manusia, sedangkan pada saat Islam kuat mereka dihukumi oleh aturan Islam. Karena itu, mengubah masyarakat berarti mengubah isinya, yakni mengubah kepribadian anggota masyarakat, pemikiran masyarakat (baik terkait dengan akidah maupun syariat), perasaan masyarakat, dan sistem (nizhâm) yang mengatur berbagai interaksi sosial, politik, ekonomi, dan budaya masyarakat.
Pada saat perubahan masyarakat dimaknai sebagai perubahan seperti itu, maka yang harus diubah adalah pemikiran, perasaan, dan sistem masyarakat. Dulu, Nabi saw. dan para sahabat melakukan hal ini. Misalnya, masyarakat Arab yang tadinya meyakini Tuhan itu banyak diubah menjadi meyakini hanya satu Tuhan (tauhid); yang tadinya merasa bahagia ketika berhasil membunuh bayi perempuan diubah menjadi merasa berdosa ketika melakukan perbuatan tersebut; yang tadinya memaklumi adat mengurangi takaran saat berjual-beli diubah menjadi meninggalkannya; ikatan kekabilahan (kesukuan) yang selama ini menjadi pengikat masyarakat diubah menjadi ikatan ideologi Islam; berbagai hukum buatan manusia yang diberlakukan di tengah-tengah mereka diganti dengan hukum Allah Swt.
Setelah semua ini berhasil, maka sistem lama dikalahkan oleh sistem yang baru. Jadilah sistem kehidupan Jahiliah berganti dengan sistem kehidupan Islam. Pemerintahan Islam diproklamirkan di Madinah al-Munawwarah.
Hukum Islam diterapkan secara total.
Perubahan dari masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat Islam seperti ini meniscayakan terwujudnya dua hal, yaitu:
1. Pembentukan opini umum yang didasari oleh iman pada Islam serta kesadaran kolektif atas wajibnya terikat dengan Islam; menerapkannya, mewujudkan negara yang menerapkannya, serta melindungnya.
2. Pewujudan kekuatan atau kekuasaan yang mampu menerapkan Islam, melindungi penerapannya, dan memungkinkannya untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia.
Sunday, May 23, 2010
Menolehlah untuk Senyumku
Posted by
Unknown
Aku tau kau bangga ketika bisa bersua dengan para pecandu isme-isme yang tertera di buku filsafat. Di mana kau merasa bisa tuk merampungkan torehan pemikiran di atas batu bercadas. Namun, berkacalah, bahwa sesungguhnya mereka tak mungkin mampu membaca apa yang kau tulis di kepalamu.
Cobalah sekali-kali kau berdiri di atas jembatan yang akan runtuh. Aku yakin kau takkan seberani sekarang, karena maut yang seolah-olah datang lebih cepat. Maka, keringat dingin yang mengucur membasahi tubuhmu takkan ku pedulikan, karena ku tak heran akan hal itu.
Satu hal yang pasti, aku menunggumu tuk menoleh ke belakang, di mana aku masih setia berdiri di belakang tuk menjemputmu pulang. Hingga kan kau dapati senyumku yang telah lama hilang, akan bersemi seiring dengan tolehan kepalamu.
Hingga kini, kau masih bertahan, tanpa gerak dan kedewasaan. Tanpa suara, gerakan, ataupun tolehan, walau peluhmu sudah membanjiri tempat kita berdiri.
Ayo, ku yakinkan sekali lagi, kembalilah... Sudah lama aku ingin memberikan senyum dan rentangan tangan. Sudah sekian tahun aku menunggu saat keajaiban itu datang. Namun, yang nyata, banjir peluhmu, kini bercampur dengan bening air mataku.
_pojok ruang cendana_
23 Mei 2010. 16:05 WIB
Cobalah sekali-kali kau berdiri di atas jembatan yang akan runtuh. Aku yakin kau takkan seberani sekarang, karena maut yang seolah-olah datang lebih cepat. Maka, keringat dingin yang mengucur membasahi tubuhmu takkan ku pedulikan, karena ku tak heran akan hal itu.
Satu hal yang pasti, aku menunggumu tuk menoleh ke belakang, di mana aku masih setia berdiri di belakang tuk menjemputmu pulang. Hingga kan kau dapati senyumku yang telah lama hilang, akan bersemi seiring dengan tolehan kepalamu.
Hingga kini, kau masih bertahan, tanpa gerak dan kedewasaan. Tanpa suara, gerakan, ataupun tolehan, walau peluhmu sudah membanjiri tempat kita berdiri.
Ayo, ku yakinkan sekali lagi, kembalilah... Sudah lama aku ingin memberikan senyum dan rentangan tangan. Sudah sekian tahun aku menunggu saat keajaiban itu datang. Namun, yang nyata, banjir peluhmu, kini bercampur dengan bening air mataku.
_pojok ruang cendana_
23 Mei 2010. 16:05 WIB
Imunisasi Anak Cara Islam
Posted by
Unknown
| Judul | : | Imunisasi Anak Cara Islam: | ||||
| Melindungi Fisik, Akal, dan Mental Anak Secara Menyeluruh dan Syar’i | ||||||
| Penulis | : | Ahmad Syarifuddin | ||||
| Penerbit | : | Tiga Satu Tiga, Sukoharjo | ||||
| Edisi #1 | : | Jumadil Ula 1430 H | Mei 2009 | ||||
| ISBN | : | 978-979-17178-2-3 | ||||
| Tebal | : | 204 hal; 20,5 cm |
Pada tahun 2003 pernah terbit sebuah buku berjudul “Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak” (Gramedia Pustaka Utama). Konon karena kontroversial, buku itu kini sulit didapat di pasaran. Ia memuat informasi yang mengejutkan tentang vaksinasi yang tidak pernah ditemukan pada media informasi apapun. Jika selama ini vaksinasi adalah suatu keharusan untuk dilakukan pada anak-anak kita dan diklaim aman bagi kesehatan mereka, maka buku itu justru mengatakan “Dalam hal vaksinasi anak, mencegah mungkin tidak lebih baik daripada menyembuhkan.”
Saturday, May 22, 2010
16 Mitos tentang Bayi
Posted by
Unknown
Tak semua mitos itu salah, karena ada juga yang mengandung kebenaran. Namun begitu, segala sesuatu yang menyangkut perawatan bayi lebih baik dikonsultasikan pada dokter. Anjuran dokter sudah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, sedangkan mitos sangat sumir buktinya.
Saat dianugerahi momongan, biasanya orang-orang di sekitar akan memberikan wejangan sebagai bentuk perhatian mereka. Namun, wejangan itu seringkali terdengar tidak logis, bahkan menakutkan, seperti, "Waduh Jeng, kok, baju si Adek direndem? Nanti dia masuk angin, lo," atau "Untuk anak, kok, sungkan-sungkan. Dibedong yang kuat supaya anakmu tidak kagetan dan masuk angin." Bingung, kan. Apa hubungannya baju yang direndam dengan masuk angin?
Saat dianugerahi momongan, biasanya orang-orang di sekitar akan memberikan wejangan sebagai bentuk perhatian mereka. Namun, wejangan itu seringkali terdengar tidak logis, bahkan menakutkan, seperti, "Waduh Jeng, kok, baju si Adek direndem? Nanti dia masuk angin, lo," atau "Untuk anak, kok, sungkan-sungkan. Dibedong yang kuat supaya anakmu tidak kagetan dan masuk angin." Bingung, kan. Apa hubungannya baju yang direndam dengan masuk angin?
Tuesday, March 30, 2010
Sejarah Singkat Imam Bukhari
Posted by
Unknown
Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari
Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari.
Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo’a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.
Nafsiyah
Posted by
Unknown
Nafais Tsamarat: Allah Memuliakanmu dengan Islam
Nafais Tsamarat: Menjaga Lisan dengan Akal
Abu Ubaidah menasihati ‘Umar: Wahai Amir al-Mu’minin, Anda akan bertemu dengan para pemuka masyarakat, sementara apa yang tampak (pada penampilan Anda) kurang bagus. Amir al-Mu’minin, Umar bin Khatthab, balik menasihati Abu Ubaidah al-Jarrah: Allah telah memuliakan kamu dengan Islam, maka kalau kamu mencari kemuliaan pada yang lain, pasti Dia akan menghinakan kamu.
– Ibn al-Jauzi, Shaid al-Khathir, 138.
Nafais Tsamarat: Janganlah Bersikap Im’ah
Abdullah ibn Mas’ud berkata: “Janganlah salah seorang di antara kalian bersikap im’ah! ”
Mereka bertanya: “Im’ah itu apa wahai Abu Abdirrahman? Beliau berkata: Jika seorang mengatakan, Aku selalu mengikuti orang; jika mereka mendapat hidayah, akupun mendapatkannya; jika mereka tersesat, aku pun sama. Hendaknya kalian meneguhkan dirinya; jika orang menjadi kafir dia tidak ikut kufur.” [Abu Nu'man, Hilyatu al-Auliya', 171]
Nafais Tsamarat: Menjaga Lisan dengan Akal
Sayyidina ‘Ali –Karramallahu wajhah– berkata: Jika (seseorang) sempurna akalnya, maka ia akan sedikit bicaranya.. Bagi orang berakal, lisan (omongan)-nya berada di belakang akalnya. Namun bagi orang bodoh, akal (pikiran/hati)-nya berada di belakang lisannya… Lisan itu bagaikan serigala, jika bisa selamat darinya, maka akan selamat.. Akal akan menjaga pengalaman dan sebaik-baik pengalamanmu adalah apa yang bisa memberimu pelajaran.
Labels
Blog
(2)
catatan perjalanan
(14)
Curhat
(12)
demokrasi
(5)
Donald Trump
(1)
Download
(2)
Facebook
(1)
Filsafat
(1)
Hadist
(3)
hukum syara
(3)
ideologis
(7)
info bayi
(3)
Irena Handono
(1)
Islam
(37)
Kapitalisme
(4)
Kesehatan
(1)
Kuliah
(2)
Media
(3)
Muslim Music
(2)
Muslimah Negarawan
(1)
Muslimah Peduli Negeri
(1)
My Design
(1)
My Family
(2)
Nafsiyah
(1)
pendidikan
(1)
Privacy
(1)
Sejarah
(4)
Sosial
(1)
Teknokra
(1)
Tsaqofah
(4)

