◄ Vice Versa ►

Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

Monday, April 18, 2016

Optimalisasi Peran Media dalam Memenangkan Proxy War

oleh Uchy Gizhel*

Pada sebuah acara[1] di Sentul, Bogor pada 27 Februari 2016, Panglima TNI KSAD Gatot Nurmantyo mengingatkan tentang proxy war sebagai ancaman nyata bagi Indonesia. KSAD mengingatkan ancamannya telah menyerbu seluruh lini kehidupan bernegara, berbangsa, bahkan hadir di tengah kehidupan keluarga kita.[2]

Ancaman itu seperti demo anarkis buruh, tawuran pelajar dan mahasiswa, adu domba TNI-Polri, upaya memecah belah parpol, rekayasa sosial dengan memanfaatkan media, dan maraknya penyalahgunaan narkoba. KSAD mengingatkan semua itu sudah didesain dan dikendalikan dari luar oleh tangan-tangan yang tidak kelihatan (the invisible hands) dengan memanfaatkan orang dalam. Sehingga tidak disadari, bahwa bangsa ini sedang menuju kehancuran.

Tuesday, July 10, 2007

Akhirnya, PKL juga

Alhamdulillah, akhirnya saya PKL juga. Tahun lalu, ketika semua teman PKL, sementara badan ini masih asyik berkeliaran di kampus, sering ditanya, (dengan wajah heran), “Ci, masih di kampus? PKL di mana?”

Waktu terus jalan, bahkan ada teman yang sudah wisuda, dan dapat predikat terbaik satu universitas pula. Saya masih cengar cengir tidak peduli. Ah, masih ada tahun depan, pikir saya. Tapi, dua hari menjelang pendaftaran terakhir PKL, untuk periode Juli-Agustus, tiba-tiba terbersit pikiran, kenapa gak gw coba aja. Alhasil, sibuk urus sana sini. Surat pendaftaran, print out transkrip dengan tandatangan Dekan, tentu saja dana Rp150 ribu kudu cepat dicari.

Hari Kamis waktu itu. Perndaftaran paling lambat Sabtu. Sempet ditanya adik tingkat, “Mau PKL di mana Mbak?” Wah, lagi-lagi saya nyengir. Belum tahu. Mau PKL atau tidak saja masih belum pasti.

Dilema antara PKL dan tidak ini karena beberapa faktor. Yang pertama, saya baru tahu kalau pendaftaran PKL paling lambat dua hari kemudian. Itu juga taunya dari adik2 tingkat (yang kebetulan saya mampir ke kampus :p), yang saya lihat pada sibuk bawa-bawa map, ngurus transkrip, dan bukti pembayaran BNI. “Eh, itu bukti apaan sih?” Tanya saya. Kata mereka, “dana PKL mbak. Emang gak ikutan?” Hehe, jurus sakti nyengir gak keruan keluar lagi. Mungkin kalau tidak dilihat orang banyak, saya dah garuk-garuk kepala sambil mengernyitkan jidat.

Akhirnya saya iseng main ke ruang jurusan. Berharap dapat ilham. Ada yang tanya2 saya, bagusnya PKL di mana? Ada dua tawaran menanti teman saya, dia bingung. Satu di TVRI Palembang, satunya di Jakarta. “Bagusnya di mana ya Mbak?” Dengan gaya sok senior, saya kasih arahan begini begini, dan memutuskan untuk merekomendasikan TVRI Jakarta sebagai pilihan. Dan ditutup dengan senyum sambil berkata, “Jakarta kan Ibukota, dek. Mungkin untuk portfolio ada gunanya.” Dan saya ketahui dua hari setelahnya dia mengirimkan surat permohonan maaf karena tidak dapat PKL di TVRI Palembang.

Dalam hati, ketika itu, saya tertawa. Saya saja belum PKL, kok ya bisa-bisanya menasehati orang. Ayo, ci, pikirin. Mau PKL gak lo? Tengok kanan kiri, siapa tuh yang ngomong? Walah! Siaul. Bikin saya bingung! Tung tung tung tung tung… (kayak ikyu san).

Terus, alasan kedua, tempat PKL. Saya pinginnya keluar Lampung, karena saya kan orangnya enggak berani keluar kandang. Sumpyu. Nah, saya belum punya pegangan manapun, kecuali ada di beberapa tempat. Itupun sudah lama enggak saya konfirmasi. Terus, lebih jauh lagi, pingin ke luar negeri. Australia, atau Kuwait. Karena itu kalau bisa saya coba di luar Lampung. Biar terpacu. Kalau di sini, saya punya beberapa koneksi yang bisa membantu. (termasuk di tempat saya sekarang ini :D).

Terus, alasan ketiga, DUIT. Terpaksa pinjem mama lagi dah. Padahal dah niat, enggak mau pake duit mama. Kalau saya mau PKL di luar, gak mungkin sempat diurus dua hari ini. Yah, satu hari lah. Dana hidup di sana juga gak ada. Tapi kalau saya ambilnya bulan depan, mungkin saya masih bisa nabung.

*Tuing*

Sampai pikiran aneh mulai melanda (caelah! Bahasanya). Ci, katanya lo mau cepet selesain kuliah, katanya gak mau ngerepotin orangtua, katanya mau nikah muda? Lagian, katanya mau ngelanjut ke S2? Kalo lo gak mulai dari sekarang, kapan lagi?

Halagh! Bener juga, pikir saya. Setidaknya alasan tidak merepotkan orangtua menjadi alasan terkuat saya PKL saat ini. :-)

Yah, Ci. Semangat! Tuntaskan 250jam itu. (n_n).
(Depan computer PKL, Nusa Indah 11:29)